5 Usaha di Desa yang Masih Sepi Kompetitor dan Menyimpan Potensi

Dulu, untuk orang yang tinggal di desa, mau belanja keperluan sehari-hari paling sering ya ke warung terdekat. Kalau ingin belanjanya lebih komplit, mereka dapat belanja dengan pergi ke kota. Cek juga bermacam info mengenai https://www.soksimon.com/2019/03/20-usaha-yang-menguntungkan-di-desa.html disini.

Ya, namun itu dulu. Sekarang hampir segala keperluan dan layanan yang biasanya ada di kota telah tersedia di desa. Perkembangan teknologi yang seperti itu kencang tentu berimbas besar pada perkembangan perekonomian di kampung.

Nah, kali ini kita akan mengulas perihal beberapa bisnis yang potensial yang dapat digeluti di desa.

Minimarket
Dahulu minimarket cuma bisa ditemukan di tengah kota. Sekarang hampir di tiap desa terdapat minimarket yang memasarkan semua keperluan sehari-hari. Ini jadi kans besar bagi Anda yang ingin membuka bisnis minimarket di desa.

Kuota dan pulsa
Internet masuk kampung. Ya, ini ialah salah satu program pemerintah dahulu supaya masyarakat yang tinggal di desa dapat terpapar dan merasakan layanan internet. Belum lagi teknologi gadget saat ini yang memungkinkan para pengguna bisa mengakses dunia maya via telepon pintar. Malah sebagian besar telepon seluler cuma dapat beroperasi bila kuota internetnya memadai.

Bengkel serta bahan bakar eceran
Sama dengan telpon pintar, masyarakat di kampung juga sudah banyak memiliki kendaraan terlebih sepeda motor. Ini dapat menjadi kans cukup bagus untuk kamu dengan membuka bengkel serta juga jualan bahan bakar eceran.

Jasa ekspedisi
Bisnis jasa ini juga cukup potensial. Karena, banyak warga kampung yang mengirim paket untuk anak maupun kerabat yang merantau di luar kota. Banyak pula masyarakat desa yang memiliki usaha online serta memerlukan jasa pengiriman paket. Nah, tidak salah pula kan bila kamu mencoba peruntungan bisnis jasa ekspedisi ini.

Bisnis online
Banyak warga desa yang membuka usaha online. Teladan paling sederhana yakni banyaknya para petani muda yang menjual aneka sayuran melalui online. Bukan itu saja, banyak pula warga kampung yang menjadi pengrajin furnitur hingga makanan khas perkampungan yang dipasarkan mengaplikasikan skema online.